Saturday, April 6, 2019

Tips Agar Hamil

Aku memang bukan pakar kesehatan dan orang yang ahli dalam membuat anak. Tapi melalui post ini, aku akan ngasih tahu usaha-usaha apa aja yang udah aku dan suami lakukan agar bisa hamil.


1. Siapkan Notes / Agenda.
Kebeneran kantor aku saat itu lagi bagi-bagi agenda Pertamina yang menurut aku bagus banget. Covernya hitam agak-agak velvet, tapi isinya blank semua gak ada garis. Dari situ aku berinisiatif untuk mencatat segala usaha-usaha dan tips-tips agar hamil. 

Di buku itu isinya: kalender menstruasi aku dari Januari 2018, doa-doa/surat-surat yang harus aku ucapkan saat selesai sholat, menu makanan apa yang harus dimakan & dihindari, resep-resep makanan yang harus aku masak untuk dikonsumsi bareng suami, suplemen/vitamin untuk diminum, list kegiatan-kegiatan yang akan/ sedang/ belum aku laksanakan, info-info seputar kehamilan.

Jangan catat-catat di handphone sih saran aku. Karena kalau di buku itu ada kenangannya. Kalian bisa tempelin test pack pertama kalian, bisa liat coret-coretan tangan kalian sendiri, bisa ngeliat kertas yang kotor dan lecek bekas tangan kalian yang lagi masak di dapur. Nanti kalau kalian Insha Allah udah hamil, pasti bakalan terharu deh liat usaha-usaha yang kalian tulis tangan di buku.

2. Mencatat tanggal menstruasi dan berhubungan.
Kalian beruntung kalau jadwal mesntruasinya teratur, jadi bisa dengan mudahnya tahu kapan masa suburnya (masa subur itu 12–16 hari sebelum menstruasi, atau antara hari 10 - 17 hari setelah menstruasi terakhir). Tapi kalau aku jadwalnya berantakan dan gak pernah teratur, jadi aku nyatet dengan kasih tanda pada tanggal-tanggal aku 'berhalangan' dari bulan Januari 2018. 

FYI di bulan April - Mei 2018 aku juga nyatet tanggal aku berhubungan sama suami. Setelah googling, baca-baca, tanya-tanya, dan nonton-nonton video tentang pregnancy di youtube, berhubunganlah sesering mungkin tapi jangan setiap hari. Kualitas sperma jadi menurun kalau kalian berhubungan terlalu sering. Berilah jeda sehari-dua hari agar sperma dapat beristirahat. Jadwal berhubungan yang katanya paling bagus adalah pagi hari.  

3. Doa-doa memohon untuk minta keturunan
Tahu cerita Nabi Zakaria? Nabi Zakaria adalah nabi yang selalu sabar dan optimis untuk menanti keturunan. Nabi Zakaria dan istrinya baru dikaruniai anak di usia 80 tahun! Setiap malam Nabi Zakaria selalu mengucapkan ini:
"Rabbi hablii minash shaalihin..."
Ya Allah, ya Tuhanku. Anugerahkanlah padaku keturunan (anak) yang termasuk golongan yang soleh....

"Rabbi hab lii miladunka dzuriatan toyibban innaka samingudunga'a..."
Ya Allah anugerahkanlah aku keturunan yang baik dari sisimu. Sesungguhnya engkau maha pendengar doa
Ucapkan kalimat diatas sebanyak 100x setiap habis solat. Kalian bisa beli tasbih atau alat hitung dzikir yang tinggal kalian 'cetek-cetek' aja. Kalau kecapean, kalian boleh ucapinnya di salah satu solat aja, pas solat magrib aja, atau subuh aja, atau pas tahajud aja.

Surat Yusuf (surat ke 12) dan Surat Maryam (surat ke 19) katanya bagus juga kalau kita sering baca. Tapi jujur, aku baru baca 2 surat itu pas udah hamil. Kalau kalian rajin, kalian baiknya baca pas abis solat magrib. Kalau capek, ustad aku bilang 'mendengar' aja pahalanya sama dengan melantunkan. Jadi kalian bisa download aplikasi E-Alquran di apps store. Kalian tinggal pilih mau dengerin surat apa, tinggal pencet, nanti ada suaranya dan ada huruf latinnya, jadi kita tinggal dengerin/ baca dalam hati aja.


4. Menu makanan
Makanan yang wajib aku makan adalah sayuran-sayuran hijau. Jadi aku hampir setiap hari makan capcay brokoli buatan aku sendiri. Selain sayur hijau, aku masak oseng toge, oseng buncis tempe kecap, kacang hijau (aku ganti santannya dengan susu kedelai), dan granola pake buah naga, apel, kiwi strawberry, pisang. Itu menu yang sering banget aku masak. Tapi pernah juga masak ikan-ikanan, telor di balado, dan shabu-shabu isi sayur-sayuran ala ala yang aku racik sendiri (tanpa mecin).
makanan yang hampir setiap hari aku makan dan aku masak sendiri. (Photos source: google karena dulu ga pernah foto-fotoin hasil masakan




Makanan yang aku hindari adalah karbohidrat! Ya, aku gak makan nasi, kentang, dan jagung SAMA SEKALI dari bulan April - Mei 2018 (pas udah hamil, baru makan nasi lagi). Suami aku sih tetep makan nasi kayak biasa, tapi aku sebutir nasipun engga. Lemes? Engga sama sekali! Badan jadi seger banget. Kenapa aku gak makan karbo? Karena orang yang PCOS itu harus mengurangi karbo dan makanan manis, dan harus memperbanyak sayuran hijau. Kalau aku bukan hanya dikurangin, tapi bener-bener di stop makan karbo. 

Kalian juga bisa masak bayam/ kangkung/sayur asem, tapi aku lebih sering brokoli karena di sini banyak yang jual brokoli, dan bikinnya lebih praktis (dan denger-denger kandungan brokoli itu lebih unggul dari sayur hijau lainnya). Karena aku gak pakai nasi, jadi porsi sayur yang aku makan jauh lebih banyak daripada suami aku. Dan setiap makan menu sayur, aku pasti ada telornya. Aku juga suka tambahin ikan tuna bumbu kuning atau di balado. Jadi jangan hanya sayur tok tapi ga ada protein nya ya, guys.....

Jangan pakai penyedap rasa. Siasatin aja pake bawang yang banyak, garem-gula, dan minyak wijen yang bikin wangi dan gurih masakan.

5. Vitamin/ Suplemen Makanan dan Susu
Meskipun belum hamil, aku udah mengkonsumsi asam folat dari Blackmores. Aku juga minum susu Prenagen Esensis rasa coklat sehari sekali-dua kali, dan Vitamin E 400 dari Sea Quill. Aku lupa deh dulu sempet konsumsi minyak ikan juga atau engga. Tapi minyak ikan dan vitamin D katanya bagus juga.

6. Olahraga
Jujur aku gak sering olahraga. Tapi karena di kantor aku tuh tiap Jumat ada senam aerobik wajib untuk karyawan, jadinya aku senam deh. Karena kami berdua gak pakai pembantu, jadi aku masak, nyuci piring, bersihin kamar, nyuci underwear (aku ngucek sendiri shaaaay)dan bersih-bersih rumah sendiri, jadi kayak olahraga juga deh. Suami aku sama sekali gak ada waktu buat olahraga. Mensiasatinya yaitu dengan rajin cuci mobilbersihin taman, dan bantu-bantu aku bersihin rumah. Dia juga sering mungutin daun-daun kering dan nyapu-nyapu teras, akhirnya keringetan juga.
7. Bahagia
Keliatannya sepele, tapi sebenernya cukup ngaruh. Minta bantuan suami-suami kalian untuk jangan membebani kalian dengan keseringan ngomong "aku udah pengen banget punya anak....". Minta tolong juga untuk jangan nunjukin muka sedih/ kecewa di depan kalian apabila kalian datang bulan. Intinya minta kerja sama dengan suami untuk jangan buat kita stres dan tertekan karena belum hamil-hamil.

Aku sama suamiku sebelum tidur suka nonton OVJ, Bajaj Bajuri, ceramah Mamah Dedeh, atau video-video lucu di Youtube. Kami berdua bisa yang sampai ketawa ngakak sampai yang berisik banget hahahaha.... Selain itu kita hobi banget streaming film-film yang seru. Dengan sering ketawa dan nonton film yang menghibur bareng suami, ternyata buat kita jadi lebih relax, bahagia, dan kompak sama suami. Kalian bisa juga traveling atau melalukan hobi bareng suami yang seru-seru. Pokoknya jangan sampai 'belum hamil' jadi ngurangin kebahagiaan pernikahaan kalian ya.
8. Sholat Dhuha & Tahajud
Aduh udah deh gak usah ya aku jelasin lagi keajaiban dan kekuatan dari 2 solat ini, terutama Tahajud. Dari zaman aku pengen banget masuk UI, aku lumayan sering solat Tahajud plus dzikir dan baca qur'an selembar-dua lembar. Nah, pas aku minta pengen punya anak di tahun ini, aku tambahain solat Dhuha. 
Sholat Dhuha bisa dimulai 20 menit setelah habis waktu Sholat Subuh sampai 15 menit sebelum Adzan Sholat Dzuhur. Niatnya USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA. Tapi aku pakai bahasa Indonesia aja: Saya berniat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala. 

Bos aku tuh kalau jam 9 pagi pasti meeting, nah pas dia meeting, aku pakai kesempatan itu untuk solat Dhuha. Sholatnya memang cuma 2 raka'at. Tapi kalian bisa mengerjakan 4, 6, 8, 10 raka'at atau sebanyak-banyaknya tapi salamnya harus di raka'at ke duaJadi setiap selesai solat 2 raka'at kalian salam kanan-kiri-berdoa-berdiri lagi kemudian solat lagi dan di rakaat ke dua salam lagi, dan seterusnya
Kalau emang kalian sepengen dan seniat itu untuk sholat Tahajud, percaya sama aku, kalian bakalan kebangun di sepertiga malam (jam 02.00 - 04.00 AM). Sholat Tahajud dikerjakan pada saat kalian harus tidur dulu. Jadi jangan pas lagi begadang, terus liat jam eh udah jam 2, terus Tahajud, NO! Bukan gitu caranya. Niatnya: Saya berniat shalat sunnah tahajud dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala. Sama kayak solat Dhuha, Solat Tahajud boleh dikerjain 2, 4, 6 raka'at atau sebanyak-banyaknyatapi tetep salamnya hanya di raka'at ke 2

Notes:
  • Kalian boleh minta apa aja kepada Allah SWT, tapi kalau bisa sih, mintanya jangan childish kayak "Ya Allah saya ingin cepet-cepet punya anak, ya Allah berilah kami anak segera / dalam waktu dekat ini karena saya sudah terlalu lama menunggu...". Berdoa tapi tetep pasrahkan aja mau dikasih kapan, Allah has perfect timing.  
  • Semua solat sunnah (kecuali Tarawih) itu lebih baik dikerjakan sendiri, bukan berjamaah 
  • Dan jangan hanya sekali-kali atau iseng-iseng! Harus rajin yaaaa...

9. Puasa Senin - Kamis
Kalau sampai di point 9 ini kalian berpikir, "ya elah, Chiiii ribet banget sih sampai harus puasa senen - kamis segala...". Yaaaaa kalau emang kalian sepengen itu punya anak kayak aku, aku yakin kalian bakalan semangat dan ikhlas buat ngejalanin semua point-point di atas termasuk puasa senin kamisBayangin gimana besarnya pahala kalian dan kuatnya doa kalian waktu lagi puasa sunnah, terus kalian solat dhuha, dzikir, solat 5 waktu, dan malamnya Tahajud. Kalau kalian masih ngerasa sulit atau berat, mungkin perlu tanya lagi ke diri sendiri, apakah kalian bener-bener pengen punya anak?

"Elo ngelakuin itu semua, Chi??" Demi Allah iya :). Maaf bukannya riya, tapi Alhamdulillah aku ngelakuin itu semua Wawllahi enjoy banget ngejalaninnya. Gak terpaksa, gak ngerasa capek, gak ngerasa berat, malah ngerasa ringan-ringan aja, dan aku ngomong begini di blog supaya kalian bisa terinspirasi dan ngerasain sendiri kehebatan, kemanjuran, dan kekuatan sholat sunnah, dzikir, dan puasa senin-kamis.

10. Nazar
Aku berjanji sama Allah, kalau aku hamil nanti, aku akan meng khatamkan Qur'an dimulai dari aku tahu aku hamil sampai sebelum anak dalam kandungan aku lahir. Kenapa nazarnya begitu? Karena baca Qur'an selama hamil itu bagus banget, agak berat buat aku yang belum pernah khatam Qur'an, tapi Insha Allah aku mampu, dan selama 9 bulan kehamilan aku mau terus berdoa dan 'gak lupa' sama nikmat yang Allah kasih. Jadi jangan sampai aku lupa diri pas udah di kasih hamil terus gak Tahajud lagi, gak dzikir lagi, gak baca Qur'an lagi. Dengan nazar, aku kayak punya hutang yang mesti aku bayar.

Kalian bisa nazar yang lain seperti janji berhijab setelah dikasih hamil, atau ngasih zakat sekian juta rupiah buat panti asuhan/masjid, atau apapun sesuai kemampuan kalian masing-masing. Tapi jangan sampai gak 'bayar' nazar ya, karena kalian udah janji sama Allah, dan nanti ditanya di akhirat kalau nazar kalian gak di'bayar'.

11. Optimis dan gak berburuk sangka sama Allah
Baca deh cerita Nabi Zakaria yang pengen banget punya anak, dan baru dikasih keturunan diumurnya yang udah 80 tahun......

Nonton deh di youtube hitam putih yang bintang tamunya Hanum Salsabiela Rais (anak kandung Amin Rais) yang menanti momongan setelah 11 tahun pernikahan. Aku nonton itu pas udah hamil tapi aku nangis sesegukan. Seumur hidup aku gak pernah nangis nonton talkshow, tapi asli episode hitam putih kali itu sedih banget.

Jadi Hanum dan suaminya adalah pasangan kaya raya, mampu bayar segala macam program hamil bahkan sampai di negara paling canggih sedunia (Austria) pun mereka gak berhasil. Mereka 3x bayi tabung tapi gagal. Inseminasi 6x juga gagal. Di tahun ke 8 pernikahan akhirnya hamil eh malah keguguran....

Bayangin, guys 11 tahun baru dikasih anak, udah berapa ratus juta uang yang mereka keluarin untuk program hamil..... Udah berapa ribu pertanyaan 'kapan hamil?' yang ditanyain ke mereka..... Udah berapa kali mereka menyaksikan mereka 'dibalap' pasangan suami istri yang baru aja nikah dan punya anak duluan..... Udah berapa kali mereka saling menguatkan pas tahu si istri datang bulan....... Tapi mereka berdua gak nyerah, mereka sangat optimis, terus berdoa dan berusaha sampai akhirnya lahirlah anak perempuan yang diberi nama Sarahza di usia 11 tahun pernikahan mereka dengan program bayi tabung ke 4.....

Buat kalian yang menanti momongan, udah berobat sana sini, rajin berdoa, berdzikir dan berusaha ini itu tapi belum berhasil, kalian harus tetep optimis. Di luar sana banyak banget pasangan yang lebih lama dari kalian yang pengen punya momongan, kayak kisahnya Hanum Rais tadi. Kadang kalian ngerasa putus asa dan ngerasa gak adil dengan mikir kayak gini:
aku rajin solat, berdoa, berdzikir, dan berusaha mati-matian selama bertahun-tahun, tapi kok banyak ya orang yang yang MBA gampang banget dikasih anak, padahal gak berharap dapet anak. Banyak juga orang yang ga bertanggung jawab, dikasih anak eh anaknya malah dibuang. Ada juga pasangan yang ga banyak berdoa tapi dengan mudahnya punya anak. Kenapa aku yang selalu meminta, berusaha, dan berdoa tapi malah belum di kasih-kasih juga.......
Sebelum pertanyaan itu terjawab, kalian harus baca ini. Salah satu cerita yang di broadcast entah dari siapa ke Whatsapp aku , dan menurut aku ini bagus banget. 

Ada seseorang (si A) yang sedang mengadu ke ustad di sebuah warteg. Dia bilang,

A: pak ustad, kenapa sih Allah itu ga adil. Saya rajin beribadah, menjalankan perintah agama dan menjauhi larangan agama, tapi kenapa hidup saya selalu menderita. Saya selalu hidup serba kekurangan. Sedangkan ada orang yang ga solat, ga puasa, ga beribadah sama sekali tapi hidupnya jauhhhhhhhhh lebih beruntung dari saya....


Pak Ustad hanya tersenyum mendengar keluh kesah si A. Tidak lama kemudian, datang pengamen ke warteg itu dan bernyanyi. Suaranya merdu sekali, sehingga si A tadi ikut menikmati suara pengamen tersebut. Dia membiarkan pengamen tersebut bernyanyi, bahkan dia menyuruh pengamen itu untuk menyanyikan lagu yang ke 2 sampai ke 4. Setelah selesai bernyanyi lagu ke 4, si A memberikan 20 ribu kepada pengamen tadi.

Ustad: kenapa kamu kasih banyak sekali?


A: suaranya bagus, pak. Saya sangat menikmati nyanyiannya. Makanya saya minta dia menyanyi lagi sampai lagu ke 4. Jangankan 20 ribu pak, 50 ribu saya juga ikhlas ngasihnya...... Tapi kalau suara pengamennya jelek, baru sebentar saja sudah saya kasih 500 perak supaya dia cepat pergi.....


Ustad: sama dong dengan Allah... 


A: maksutnya gimana, pak?

Ustad: Allah itu sedang menikmati setiap doa, dzikir, dan ibadah-ibadah kamu. Makanya Allah gak mau cepat-cepat memberikan apa yang kamu mau begitu saja. Sebaliknya, orang yang tidak beribadah dengan mudahnya mendapatkan apa yang mereka mau, bukan? Sama seperti yang kamu bilang barusan: apabila suara pengamennya jelek, kamu ingin cepat-cepat memberikan 500 perak agar dia cepat pergi.... Itulah yang Allah lakukan kepada umatmya yang tidak beribadah. Jadi teruslah berdoa, berdzikir, dan perbanyaklah amal kebaikanmu dengan sabar. Sungguhnya Allah selalu mendengar dan menikmati semua doamu......
Jadi jangan pernah suzon sama Allah... Bersyukurlah kalian yang ingin sesuatu tapi harus pakai doa, perjuangan, dan penantian lama. Justru kalian itu orang-orang 'terpilih' menurut Allah......

Additional:
12. Jangan suka sirik
Yuk belajar untuk gak iri dengki ngeliat temen-temen yang udah hamil. Rezeki itu udah ada yang ngatur, dan gak mungkin ketuker.

Berdasarkan pengalaman pribadi aku, kalau aku lagi pengen sesuatu tapi orang lain duluan yang dapet dan aku sirik setengah mati, entah bagaimana aku jadi semakin gak dapet rezeki itu. Kayak jadi makin jauh / susah di dapet gitu. Makanya aku gak mau iri ngeliat temen yang udah update-update tentang kehamilan. Karena yang aku tahu, kalau aku sirik, Allah bakal marah dan bakal makin lama aku bisa hamil hehe. Jadi, belajarlah buat ikut seneng lihat kebahagiaan orang, ikut kasih selamat dan mendoakan orang yang baru dapet rezeki anak, bukannya malah sedih dan 'gak suka'. Karena dengan mendoakan yang baik-baik, doa itu akan balik lagi ke kita.

13. Jangan bikin announcement sebelum usia kandungan 3 bulan
Kalau nanti Insha Allah kalian hamil, sebaiknya jangan dulu berkoar-koar atau ngasih kode-kode kalau kita udah hamil di sosial media sebelum usia kandungan 3 bulan. Aku sih ikutin kata orang tua aja, katanya pamali. Usia kandungan yang masih muda itu masih sangat rentan. Probabilitas untuk kegugurannya sangat tinggi, padahal kita ngerasa fine-fine aja, dan gak kecapean sama sekali. Daripada sibuk update status, mendingan sibukin diri untuk menjaga kesehatan dan bersyukur karena udah hamil, kan? Nanti ada saatnya kalian bisa update pada saat si bayi sudah di tiupkan ruh di usia 16 minggu.

Ya begitulah kurang lebih usaha-usaha yang udah aku lakuin supaya hamil. Semoga kalian bisa hamil juga dengan usaha-usaha yang aku lakukan di atas, yaaaa, AMIN YA ALLAH...... Ingat 3B: Berdoa, Berusaha, dan Bercinta. HAHAHA....

 Suatu hari nanti kita akan bilang ke anak-anak kita bahwa mereka terbuat dari:
doa, 
usaha, dan 
cinta :)

No comments:

Post a Comment