Saturday, April 6, 2019

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)




Pengertian, ciri, dampak, dan treatment PCOS

Dari dulu aku udah bingung sama jadwal menstruasiku yang sangat gak teratur. Contoh ya: aku mens tanggal 1 Januari, baru mens lagi tanggal 20 Februari, bulan Maret ga mens sama sekali, baru mens lagi tanggal 15 April, terus baru mens lagi 31 Mei, bulan Juni ga mens sama sekali.... Seberantakan itu dan gak bisa diprediksi sama aplikasi period / menstruation di handphone.

Saat googling, aku nemu istilah PCOS dan aku baca-baca tentang arti, ciri, dan  dampaknya. PCOS adalah sindrom ketidakseimbangan hormon, di mana hormon laki-laki (androgen) lebih banyak terkandung ditubuh kita, ketimbang hormon perempuan.

Aku curiga jangan-jangan aku PCOS karena ciri-cirinya banyak terjadi di aku. Ciri-ciri orang PCOS adalah siklus menstruasi tidak teratur, badan dipenuhi oleh banyak bulu (bahkan agak kumisan), gampang jerawatan gak hanya di muka tapi dipunggung juga, muka cenderung berminyak, sensitive banget, mudah depresi, mood swing, rambut rontok, mata berkantung, tidur sering mendengkur, suka sekali dessert atau makanan/ minuman yang manis-manis, berat badan mudah naik, dan mudah turun. (Tapi dokter bilang harus dilakukan tes hormon untuk tahu secara akurat apakah kita PCOS atau engga).

Cukup bikin panik karena dampak dari PCOS ini menyebabkan sel telur kita kecil-kecil (dibawah ukuran 18mm) dan sulit matang / sulit dibuahi, maka dari itu orang yang PCOS itu cenderung susah hamil, tapi bukan berarti gak bisa hamil ya. Perlu dilakukan treatment-treatment tertentu supaya hormonnya bisa seimbang lagi. 

Disaat lagi kepikiran-kepikirannya tentang PCOS, secara gak sengaja aku liat update an Instagram Story nya Dokter Mesty Ariotedjo yang ternyata dia juga PCOS. Kalian bisa cek sendiri di instagramnya, dan liat IG story yang sudah di highlight dengan judul "PCOS". Tapi karena dia udah tahu kalau dia PCOS jauh sebelumnya, jadi dia melakukan treatment 2 tahun sebelum dia menikah, dan akhirnya baru menikah sebulan, dia berhasil hamil.

Berikut treatment mengatasi PCOS (versi aku)
1. Gak makan nasi
Jadi orang yang PCOS itu kandungan gula dalam tubuhnya terlalu banyak. Nasi itu mengandung gula, makanya kita harus kurangi kalau bisa gak makan sama sekali. Aku juga gak makan makanan yang mengandung karbohidrat lainnya seperti roti, kentang, dan jagung. Mensiasatinya yaitu aku makan granola+buah dan banyakin sayur + lauknya aja.

2. Gak makan manis-manis
Stop makan dessert atau makanan / minuman yang terlalu manis. Soft drink dan minuman teh dalam botol udah 100% aku jauhi. Kue ulang tahun temen juga sama sekali ga aku sentuh.

3. Makan sayur-sayuran hijau
Hampir setiap hari (pagi, siang, malam) menu makanan aku pasti ada brokolinya, dan setiap hari aku gak mungkin gak makan sayur hijau. Menurut Dokter Mesty Ariotedjo, makan sayur hijau setiap hari ngaruh banget dan salah satu kunci untuk melawan PCOS. Jadi jangan sampai di skip step ini.

4. Perbanyak protein
Setiap aku makan sayur, pasti aku barengi dengan telur. Ikan juga punya protein tinggi, dan yang paling bagus setahuku (setelah googling) adalah salmon. Daging-daging merah juga bagus.

5. Olahraga
Kalau gak ada waktu, kalian bisa kunci kamar, terus pasang lagu di youtube terus joget-joget sampai keringetan. Kalau kalian malas olahraga, disiasati aja dengan melakukan aktivitas yang berkeringat. Kalau aku dulu sering nyapu, nyuci piring, dan nyuci underwear (hahahah). Itu bikin keringetan kok, asal jangan sampai terlalu kecapean.

6. Banyak minum air putih
Kalau menurut riset, manusia itu minimal 8 gelas air putih per hari, kalau aku minimal 10 gelas air putih perhari. Aku serajin itu minum air putih, dan lama-lama jadi kebiasaan sampai sekarang.

Aku engga melakukan step-step di bawah ini, tapi mungkin kalian bisa coba:
7. Minum metformin
 Obat ini untuk orang diabetes atau orang yang kadar gula dalam tubuhnya tinggi.

8. Minum Profertil
Aku hampiiiiir minum ini, udah sampai beli juga di apotek tapi gak aku minum karena Alhamdulillah keburu hamil.
 Ini obat untuk nge booster sel telur yang kecil-kecil dan sebagai penyubur kandungan. Cara minumnya juga unik. Di minum hanya boleh 5x dalam sebulan pada saat menstruasi hari ke 2 sampai 6,  1 tablet (50mg) per hari. Kalau bulan depan gak hamil, bisa coba diulang lagi dengan menaikan dosisi 2 tablet (100mg). Dan kalau bulan depannya masih gak hamil, sebaiknya jangan minum lagi (harus dikasih jeda). Saat minum obat ini terkadang mens nya tahu-tahu berhenti, tapi katanya gak apa-apa.

9. Minum pil KB
Dokter Mesty Ariotedjo bilang bahwa dia minum pil KB selama 2 tahun secara rutin, dan berhenti pada saat 6 bulan sebelum menikah. Katanya aman kok, karena pil KB sifatnya reversible (maksutnya kalau stop di minum bakalan kembali ke kondisi awal), tapi bisa membuat hormon kita jadi seimbang, siklus menstruasi jadi lancar, mood jadi stabil, kulit jadi mulus gak gampang jerawatan dan berminyak.

10. Minum vitamin D 2000 IU/ hari
Lagi-lagi aku tahu informasi ini dari Dokter Mesty karena dia mengkonsumsi ini. Dia bilang kadar vitamin D dalam tubuhnya hanya 15ng/ml, padahal normalnya 30 - 100ng/ml. Tapi kalau aku sendiri gak mengkonsumsi ini. Aku minumnya vitamin E 400 dari Sea Quill.

Nah itu tadi treatment PCOS yang udah aku lakukan dan saran-saran yang bisa kalian coba meskipun aku gak lakukan. Tapi, sebelum kalian minum-minum obat-obat tadi, lebih baik kalian konsultasi dulu ke dokter. Apalagi untuk obat profertil katanya agak bahaya kalau kita minum gak sesuai dengan anjurannya. Kalian juga bisa melakukan USG secara transvaginal untuk tahu keadaan rahim, indung, dan sel telur kalian. Kalian juga harus lebih peka kalau siklus menstruasi nya berantakan kayak aku, dan cenderung telat-telat terus, sebaiknya langsung konsultasi ke dokter. Tapi lebih bagus lagi, jauh sebelum kalian berencana menikah, kalian cek hormon dan konsultasi ke dokter kandungan terlebih dahulu.

No comments:

Post a Comment